Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2020

Contoh Pantun Terima Kasih

Pantun Terima Kasih – Terima kasih adalah ucapan yang sering ditujukan kepada orang yang telah memberi sesuatu baik berupa benda atau pertolongan. Pantun Terima Kasih ialah salah satu cara untuk dapat mengungkapkannya baik kepada orang tua, teman, guru ataupun pasangan.


Dalam kehidupan, tidak lepas dari hubungan antara sesama manusia sebagai makhluk sosial yakni saling membantu. Ucapan terima kasih menjadi ungkapan yang tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas sehari-hari. Karena pasti akan membutuhkan bantuan orang lain.


Ucapan terima kasih terlihat sangat sederhana bila dilakukan. Namun, ungkapan tersebut memiliki makna yang mendalam sebagai tanda atas rasa syukur. Walaupun bantuan yang diberikan tidak begitu besar harus tetap mengucapkannya.


Membiasakan mengucapkan terima kasih sangat diperlukan untuk membentuk karakter baik dan berbudi pekerti dalam diri sendiri. Orang yang tidak tahu berterima kasih dapat dikatakan hidupnya tidak akan bahagia.





Ketahui Unsur-Unsur dari Teks Pantun


Ketahui Unsur Unsur Dari Teks Pantun


Teks ini mempunyai dua unsur yang berbeda dan sangat penting yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Berikut merupakan penjelasan secara singkat mengenai masing-masing unsur tersebut agar dapat lebih paham serta mengerti tentang pantun.



  • Unsur Intrinsik


Unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam struktur pantun itu sendiri yang berupa tema, tokoh, alur, latar, amanat, plot dan lain-lain. Dimana unsur yang paling penting dan menjadi suatu ciri khas pada teks ini adalah rima.



  • Unsur Ekstrinsik


Unsur Ekstrinsik ini dapat dikatakan sebagai suatu keadaan yang melatarbelakangi penulis membuat teks pantun. Dimana unsur ini sangat berguna agar gaya bahasa dapat terarah dan mendukung susunan di dalam pantun.


Baca Juga: Pantun Adat




Kaidah Kebahasaan dalam Teks Pantun


Kaidah Kebahasaan Dalam Teks Pantun


Bahasa merupakan media yang digunakan untuk  menyampaikan maksud atau makna yang terkandung. Struktur kebahasaan dalam teks pantun dapat dikatakan sebagai struktur fisik yang meliputi diksi, bahasa kiasan, imaji, dan bunyi.



  • Diksi


Diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan sesuai guna dapat menggambarkan gagasan agar mempunyai efek-efek tertentu. Contohnya jalan-jalan ke Kota Jakarta, Jangan lupa beli sepatu, Ada wanita cantik jelita, Sedang tersenyum kepadaku.



  • Bahasa kiasan


Bahasa Kiasan ialah kata-kata tidak formal yang dipakai pelan tun menyampai kan makna secara tidak langsung untuk memberi rasa keindahan dan penekanan. Biasanya berupa ungkapan atau perbahasan, misalnya “Cita-citaku setinggi langit”.



  • Imaji atau citraan


Imaji atau citraan adalah pengungkapan yang diciptakan oleh sang pelantun kemudian menghasilkan suatu gambaran suasana nyata. Maka dari itu, hasil gambarannya seakan-akan bisa dilihat, didengarkan, dan dirasa.



  • Bunyi (Rima dan Irama)


 Rima dan Irama digunakan untuk memperindah bunyi pantun agar pendengar dapat lebih mudah mengingat dan mengaplikasikan pesan moral serta spiritual yang telah didapatkan.


Baca Juga: Pantun Remaja




Beberapa Contoh Pantun Ungkapan Terima Kasih yang Menyentuh Hati


Bila ingin menyampaikan terima kasih kepada seseorang dengan menggunakan pantun, baik kepada teman, guru, pasangan, maupun pada saat presentasi di depan kelas dapat melihat contoh-contoh Pantun Terima Kasih di bawah.


Contoh di bawah ini dapat digunakan sebagai referensi sebelum membuat pantun ucapan terima kasih  atau juga bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kebaikan orang lain.




1. Pantun Terima Kasih ketika Presentasi


Pantun Terima Kasih Ketika Presentasi


Mahasiswa atau murid  Sekolah Menengah Atas (SMA) pasti tidak asing melakukan presentasi dalam  pembelajaran. Agar suasana menjadi tidak tegang dan membosankan perlu memikirkan cara yang berbeda. Inilah contoh Pantun yang dapat digunakan ketika presentasi agar ketika presentasi ada sedikit hiburan.



  • Di langit ada pelangi

  • Tak lupa ku hitung warnanya

  • Cukup sekian dari kami

  • Terima kasih perhatiannya


 



  • Ke sekolah naik sepeda mini

  • Di jalan lihat cendrawasih

  • Hanya ini penjelasan kami

  • Sekian terima kasih


 



  • Dulu banyak kesalahan

  • Maklumlah masih khilaf

  • Terima kasih kami ucapkan

  • Kurang lebihnya mohon maaf


 



  • Bila ingin beli es degan

  • Ada pertigaan belok kiri

  • Terima kasih kami ucapkan

  • Kami pamit undur diri


 



  • Kalau ingin masakan wangi

  • Ambillah daun pandan

  • Terima kasih dari kami

  • Maafkan bila ada kesalahan


 



  • Janganlah kau tinggal pergi

  • Nanti hatiku akan sedih

  • Usai sudah presentasi ini

  • Sekian dan terima kasih


 



  • Malam-malam cari hiburan

  • Ke Alun-alun Bungurasih

  • Hanya ini dapat kami sampaikan

  • Cukup sekian terima kasih


 



  • Di rumah ditanam bonsai

  • Agar indah dilihat kawan

  • Presentasi telah usai

  • Terima kasih atas perhatian


 



  • Pak satpam jaga keamanan

  • Biar sekolah tak kemalingan

  • Terima kasih kami haturkan

  • Kurang lebihnya tolong maafkan


 



  • Kalau kamu buat kesalahan

  • Minta maaf jangan ulangi

  • Terima kasih di haturkan

  • Izinkan kamu undur diri


2. Pantun Terima Kasih Kepada Guru


Pantun Terima Kasih Kepada Guru


Ketika sudah beranjak akhir pembelajaran, pasti sekolah akan mengadakan acara perpisahan di sekolah. Biasanya juga menampilkan sambutan terakhir perwakilan murid kepada guru-gurunya. Nah, pantun terima kasih dibawah ini dapat langsung digunakan.



  • Ada anak menangis pilu

  • Membuatku jadi kasihan

  • Wahai ibu dan bapak guru

  • Terima kasih ku ucapkan


 



  • Ke pasar beli sayuran

  • Ke toko beli gelang

  • Terima kasih ku haturkan

  • Untukmu guru tersayang


 



  • Ada gadis cantik jelita

  • Jadi model masuk koran

  • Terima kasih guruku tercinta

  • Atas ilmu yang kau berikan


 



  • Ayah bingung benahi atap

  • Karena tak ada palu

  • Terima kasih yang ku ucap

  • Jasamu ku kenang selalu


 



  • Ingin menyebrang naik sampan

  • Ingin terbang naik pesawat

  • Terima kasih ku ucapkan

  • Untukmu guru terhebat


 



  • Sudah lama tak bertemu

  • Ingin kembali ke sekolah

  • Terima kasih untuk jasamu

  • Mengajariku tanpa lelah


 



  • Ke toko membeli kapak

  • Jangan lupa membeli paku

  • Terima kasih banyak pak

  • Sudah sabar mengajariku


 



  • Mau berkunjung bawa makanan

  • Juga cari perhatian mertua

  • Hanya ini dapat kusampaikan

  • Terima kasih bu untuk semua


 



  • Merantau ke Kalimantan

  • Banyak uang balik Pekanbaru

  • Sepenuh hati ku ucapkan

  • Terima kasih kepada guruku


 



  • Hari raya ada tamu

  • Kusuguhi kopi segelas

  • Terima kasih dari muridmu

  • Atas jasa yang tak dapat dibalas


3. Pantun Terima Kasih untuk Teman atau Sahabat


Pantun Terima Kasih Untuk Teman Atau Sahabat


Sahabat adalah orang yang setia membantu dan mendampingi dikala susah. Mengucapkan terima kasih kepadanya untuk segala bantuan adalah hal sangat baik. Pantun Terima Kasih di bawah ini dapat digunakan untuk mengungkapkannya.



  • Mobil baru dibelikan Tuan

  • Bahagialah hatiku

  • Terima kasih kawan-kawan

  • Sudah banyak membantuku


 



  • Kalau senggang bacalah buku

  • Sambil ngemil agar tak bosan

  • Terima kasih temanku

  • Dan maaf sudah merepotkan


 



  • Perempuan jadi ketua

  • Dipanggilnya ketua cantik

  • Terima kasih untuk semua

  • Engkau lah kawan terbaik


 



  • Pergi keluar tidak pamitan

  • Pulang-pulang sudah malam

  • Terima kasih ku haturkan

  • Dari hati yang terdalam


 



  • Jalan-jalan dengan pasangan

  • Boncengan naik motor baru

  • Terima kasih ku sampaikan

  • Betapa baiknya dirimu


 



  • Kalau kamu ingin hemat

  • Janganlah beli yang baru

  • Terima kasih sahabat

  • Sudah banyak membantuku


 



  • Duduk manis di atas bangku

  • Hati ikhlas mencari ilmu

  • Terima kasih saudaraku

  • Semoga Tuhan membalasmu


 



  • Kalau capek minum jamu

  • Agar kuat punya tenaga

  • Andai aku dapat membalasmu

  • Ku lakukan sekarang juga


 



  • Masak mie tak pakai kecap

  • Rasanya jadilah hambar

  • Hanya terima kasih yang terucap

  • Untuk teman berbudi besar


 



  • Berlibur ke Raja Ampat

  • Bersama ayah dan ibuku

  • Terima kasih sahabat

  • Sudah ikhlas membantuku


4. Pantun Terima Kasih Kepada Pasangan]


Pantun Terima Kasih Kepada Pasangan]


Berikut merupakan contoh-contoh Pantun Terima Kasih untuk ditujukan kepada orang spesial atau pasangan yang dapat diungkapkan secara langsung, dengan surat cinta atau juga melalui sosial media, seperti whatsapp, instagram, telegram, dan lain-lain.



  • Beramai-ramai akan terbantu

  • Sendiri terasa berat

  • Ucapan terima kasih untukmu

  • Kekasihku dunia akhirat


 



  • Cantiknya burung cendrawasih

  • Tak tega untuk ku jual

  • Ku sampaikan terima kasih

  • Untuk kau kekasih halal 


 



  • Minum kopi di halaman

  • Duduk santai di atas kursi

  • Terima kasih untuk kejutan

  • Dan kado yang kau beri


 



  • Kalau lapar segera makan

  • Jangan sampai terlalu kenyang

  • Untul cinta dan ketulusan

  • Terima kasih ya sayang


 



  • Dandan cantik mau kondangan

  • Tidak lupa pakai gaun baru

  • Terima kasih ku sampaikan

  • Untuk teman hidupku


 



  • Bila kamu ingin bahagia

  • Lupakanlah sang mantan

  • Terima kasih untuk semua

  • Perhatian yang kau berikan


 



  • Lihat dangdut di akhir pekan

  • Menikmati sambil bergoyang

  • Tulus dari hati ku ucapkan

  • Terima kasih banyak sayang


 



  • Bila nanti sinetron tayang

  • Saya akan beli tv baru

  • Terima kasih sayang

  • Sudah belikan kado untukku


 



  • Bapak-bapak anterin undangan

  • Yang menikah temanku dulu

  • Dihati terdalam ku ucapkan

  • Terima kasih kekasihku


 



  • Kaki berdarah terkena paku

  • Jadi sakit tak bisa jalan

  • Terima kasih sayangku

  • Untuk perhatian dan kasih sayang


5. Pantun Terima Kasih Kepada Orang tua


Pantun Terima Kasih Kepada Orang Tua


Orang tua merupakan orang berjasa besar dalam kehidupan. Perjuangannya mencari nafkah agar anaknya dapat menempuh pendidikan, merawat dengan penuh kasih sayang, serta menjaga siang dan malam. Sudah sepantasnya mengucapkan berbakti dan mengucapkan terima kasih kepadanya.



  • Sudah lama tak bertemu

  • Wajahmu jadi terbayang

  • Terima kasih kepadamu

  • Ibuku yang kusayang


 



  • Makan ikan durinya tertelan

  • Dia menangis dan meratap

  • Terima kasih ku ucapkan

  • Tiada balas yang kau harap


 



  • Jalan-jalan pakai baju biru

  • Pakai topi merah muda

  • Untuk ibu dan ayahku

  • Terima kasih untuk semua


 



  • Jangankan memegangmu

  • Melihat pun tak pernah

  • Dari aku anak tersayangmu

  • Terima kasih ibu dan ayah


 



  • Jalan-jalan ke pasar minggu

  • Sekalian membeli kentang

  • Terima kasih dari putrimu

  • Atas limpahan kasih sayang


 



  • Adik nangis karena terbentur

  • Sudah tertawa dihibur bu mumu

  • Tak lupa aku bersyukur

  • Beruntung menjadi anakmu


 



  • Makan nasi lauknya ikan

  • Dikasih kerupuk rasanya gurih

  • Tak lupa ku ucapkan

  • Beribu-ribu terima kasih


 



  • Ke sekolah menuntut ilmu

  • Ada guru namanya bu sinta

  • Terima kasih kepadamu

  • Ibu dan ayahku tercinta


 



  • Di sekolah diberi hukuman

  • Karena belum memotong kuku

  • Terima kasih ku ucapkan

  • Pada kedua orang tuaku


 



  • Rajin bekerja dapat upah

  • Malas kerja tak punya apa-apa

  • Terima kasih ibu ayah

  • Tanpamu ku tak berdaya


6. Pantun Terima Kasih Umum


Pantun Terima Kasih Umum


Contoh pantun ucapan yang terakhir ini dapat diaplikasikan ketika terdapat tempat penginapan yang mempunyai pelayanan baik, ketika ada tamu, berada di acara formal, dan lain-lain. Berikut beberapa contohnya.



  • Pisang krispi enak rasanya

  • Dalamnya lembut luarnya gurih

  • Atas perhatiannya

  • Disampaikan terima kasih


 



  • Waktu liburan mendaki gunung

  • Sampai di puncak indah sekali

  • Terima kasih sudah berkunjung

  • Kalau suka datanglah lagi


 



  • Pak Rahmat sudah langganan

  • Beling sarung selalu disini

  • Terima kasih diucapkan

  • Sudah bersedia kemari


 



  • Saya ingin jadi menantu

  • Orang tua sang kekasih

  • Bila kamu sudah dibantu

  • Ucapkan lah terima kasih


 



  • Beli es dipinggir jalan

  • Dalamnya ada biji selasih

  • Kalau sudah diberi bantuan

  • Jangan lupa berterima kasih


 



  • Hari ini hari rabu

  • Teman-temanku akan kemari

  • Terima kasih Bapak dan Ibu

  • Berkenan hadir di acara ini


 



  • Di kebun banyak buah-buahan

  • Masih mentah belum dipetik

  • Terima kasih saya ucapkan

  • Pelayanan disini sangat baik


 



  • Dari mana awalnya cinta

  • Dari mata turun ke hati

  • Terima kasih atas waktunya

  • Kehadiran Anda sangat berarti


 



  • Ke luar lihat pemandangan

  • Pemandangan yang sangat asri

  • Terima kasih kami haturkan

  • Bersedia memberi donasi


 



  • Bidadari dari kayangan

  • Mau mandi turun ke bumi

  • Terima kasih kami sampaikan

  • Sudah berkunjung ke toko kami


Demikianlah penjelasan mengenai unsur-unsur, kaidah kebahasaan beserta contoh-contoh Pantun Terima Kasih yang diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat ataupun diaplikasikan secara langsung.


Mengucapkan terima kasih itu sangat penting walaupun bantuannya tidak begitu besar. Karena ungkapan tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih bersemangat dalam melakukan kebaikan dan memberikan bantuan kepada seseorang.



Sumber er.com

Senin, 18 Mei 2020

Contoh Pantun Pernikahan

Pantun Pernikahan – Memberikan kado pernikahan kepada sahabat memang merupakan sebuah keharusan. Supaya lebih berkesan ada baiknya memberikan sisipan ucapan berupa pantun pernikahan pada hadiahnya. Dengan begitu hadiah akan jauh lebih bermakna dan berkesan. Buat yang masih bingung ingin menggunakan pantun seperti apa, bisa melihat contoh yang ada di bawah ini.




Daftar isi Artikel


Pantun Pernikahan Nasihat


Pantun Pernikahan Nasihat


Untuk contoh pantun pernikahan yang pertama adalah jenis nasihat yang bisa diberikan kepada pasangan pengantin baru. Meskipun merupakan nasihat, tapi pantun ini memiliki sifat yang santai dan tidak terlalu serius. Sehingga pengantin yang diberikan pantun ini tidak akan merasa digurui dan tidak merasa terganggu. Langsung saja lihat contoh pantunnya di bawah ini.



Niat Pergi Ke Rumah Pak Camat


Naiklah Motor Supaya Sampai


Sama Suami Haruslah Hormat


Barulah Pernikahan Berjalan Damai



Pantun yang pertama mengingatkan bahwa pernikahan akan berjalan damai apabila istri bisa menghormati suami sebagaimana kodratnya. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa rasa saling menghormati ini harus timbul dari kedua belah pihak. Karena barulah dengan begitu pernikahan bisa berjalan dengan baik dan langgeng sesuai dengan yang diinginkan.



Hidup Haruslah Bersikap Ramah


Agar Silaturahim Tidak Padam


Istri Soleha Lentera Rumah


Jagalah Agar Cahayanya Tidak Padam



Istri yang baik tentu akan memberikan kebaikan pula untuk rumah tangga yang dijalani, sehingga jangan sampai hal tersebut hilang. Perlu diketahui bahwa menjaga perasaan istri adalah kewajiban dalam menjalankan rumah tangga. Karenanya untuk mengingatkan kembali gunakanlah pantun yang satu ini sebagai hadiah.



Pergi Ke Pasar Membeli Tahu


Janganlah Lupa Untuk Membayar


Rumah Tangga Adalah Perahu


Harus Kompak Agar Bisa Berlayar



Sering dikatakan bahwa rumah tangga merupakan bahtera yang artinya bahwa rumah tangga ini akan dibawa berlayar dalam mengarungi kehidupan. Penumpangnya memang pada awalnya hanya dua orang, tapi setelahnya penumpang tersebut akan bertambah. Supaya perahu bisa tetap berjalan dengan baik, maka diperlukan kekompakan dari suami istri agar rumah tangga tetap utuh.



Hari Minggu Ke Rumah Pak Aji


Niat Hati Ingin Melihat Sangkar


Kamu dan Dia Sudah Berjanji


Jangan Sampai Ada yang Ingkar



Perlu diingat bahwa janji pernikahan ini melibatkan tuhan didalamnya, karena itu jangan pernah menganggap pernikahan ini sebagai ajang main-main. Karena janji yang sudah dibuat dengan manusia saja harus ditetapati, apalagi dengan tuhan. Jadi terus ingat bahwa pernikahan ini ada yang mengawasi dan jangan pernah coba-coba untuk ingkar dengan janji yang sebelumnya sudah dibuat.



Adik Bayi Meminta Mainan


Sampai Keluar Air Matanya


Pernikahan Bukanlah Permainan


Haruslah Serius Saat Menjalaninya



Hampir sama seperti nasihat sebelumnya terkait dengan pernikahan bukanlah sebuah ajang permainan. Jangan pernah gegabah dalam mengambil keputusan terkait dengan pernikahan ini, karena itu sama saja mempermainkan janji yang sudah dibuat dengan tuhan dan itu bukanlah hal yang baik.


Baca Juga: Pantun Pernikahan




Pantun Pernikahan Agama


Pantun Pernikahan Agama


Selain pantun pernikahan yang berisikan nasihat secara umum, ada juga loh pantun yang jenisnya merupakan pantun agama. Untuk jenis pantun yang satu ini bisa memiliki makna yang luas karena bisa berupa nasihat ataupun hanya sekedar bernafaskan islami saja. Apabila ingin memberikan pantun yang menenangkan hati, tapi bukan nasihat tidak ada salahnya melihat contoh yang satu ini :



Melihatnya Menangis Haru


Menunduk Terlihat Pundung


Selamat Menjadi Pasangan Baru


Semoga Tuhan Menjadi Pelindung



Berharap bahwa tuhan selalu melindungi pengantin baru dimanapun dan kapanpun selama mengarungi bahtera rumah tangga sampai maut memisahkan keduanya. Dengan pantun ini selain diberikan sebagai hadiah, juga merupakan doa yang tulus dari seseorang kepada mempelai yang berbahagia. Sehingga sangat cocok untuk disisipkan pada hadiah pernikahan.



Alat Makan Bisa Menggunakan Garpu


Jangan Lupakan Keberadaan Piring


Wahai Pengantin yang Baru Bersatu


Berdoalah Tuhan Selalu Mengiring



Karena apapun masalahnya akan selalu menemukan jalan keluar apabila sudah meminta kepada tuhan. Begitu juga dengan pernikahan, apabila terjadi masalah pada pernikahan berdoalah kepada tuhan. Pantun yang satu ini juga menjadi pengingat sekaligus harapan yang diberikan pada awal pernikahan, yakni sebuah harapan agar tuhan selalu ada dalam pernikahan ini.



Banyak yang Menyangka Itu Gigi Taring


Karena Tumbuh Paling Terakhir


Di Pelaminan Kalian Bersanding


Semoga Jannah Menjadi Labuhan Terakhir



Mendapatkan pendamping yang diimpikan saat di dunia tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan. Namun hal itu akan lebih menyenangkan apabila hubungan ini bisa berlanjut sampai ke surga atau jannah. Karena itu artinya sebuah kebahagiaan abadi sudah pasti didapatkan apabila berhasil menjadi pasangan di surga kelak nanti.



Ramai Berkumpul Melihat Bilal


Menunggu Datangnya Bulan Syahdu


Kini Kalian Sudah Menjadi Halal


Sakinnah Mawadah Warahmah Untukmu



Sering didengar terkait dengan ucapan semoga pernikahan bisa menjadi sakinnah mawadah dan warahmah. Ucapan ini merupakan ucapan yang wajib saat sedang mendatangi sebuah pernikahan. Supaya bisa memberikan ucapan ini namun tidak terkesan monoton, sesekali boleh dicoba mengucapkannya menggunakan pantun seperti salah satu contoh di atas.



Dalam Hidup Perbanyak Amalan


Supaya Mendapat Berkah Dari Allah


Doa Tulus Untuk Kalian


Pasangan Pilihan Dari Allah



Bukankah akan sangat menyenangkan ketika pasangan yang sedang menikah dikatakan sebagai pasangan pilihan tuhan, atau istilah sekarang made by heaven. Bisa dikatakan pantun yang satu ini tidak hanya berupa pantun agama, tapi juga pantun romantis yang menenangkan hati. Jadi tidak ada salahnya mencoba untuk mengirimkan pantun ini sebagai sisipan bersamaan dengan kado pernikahan lainnya.




Pantun Pernikahan Jenaka


Pantun Pernikahan Jenaka


Selain berisikan nasihat, ataupun berlafaskan agama bisa juga memberikan pantun yang sifatnya sedikit jenaka. Meskipun begitu pantun yang jenaka ini tetap menjaga kesopanan sehingga tidak terkesan berlebihan dan jatuhnya malah tidak lucu. Kalau masih bingung ingin memberikan pantun jenaka yang seperti apa, maka tidak ada salahnya melihat beberapa contoh ini :



Matahari Mulai Terbenam Sinarnya


Berarti Hari Sudah Berganti Malam


Memandang Wajah Cantiknya


Tidak Sabar Rasanya Menunggu Malam



Rasanya bagi pengantin baru, tidak sabar untuk menunggu malam tiba setelah pernikahan berlangsung. Untuk sedikit memberikan tambahan kebahagiaan kepada pengantin baru, tidak ada salahnya untuk mengirimkan pantun ini. Karena meskipun berjenis pantun pernikahan jenaka, tapi masih tetap sopan dan tidak terkesan berlebihan sama sekali.



Memikirkan Tentang Biaya


Membuat Hati Menjadi Galau


Hari Ini Kita Bahagia


Melupakan Sejenak Cicilan yang Menunggu



Ini bisa dibilang pantun jenaka namun mengandung unsur realistis di dalamnya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa biaya setelah nikah akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya sebelum nikah atau untuk nikahnya itu sendiri. Sehingga jangan sampai lupa dengan banyaknya cicilan yang harus diurus setelah pernikahan ini.



Niat Hati Ingin Membeli Sapi


Apa Daya Hanya Sisa Uang Koin


Untunglah Merah Merona Pipi


Menyembunyikan Senyum Malu Pengantin



Namanya masih pengantin baru, rasanya untuk melakukan tatap mata saja keduanya malu dan enggan. Beruntungnya saat sedang merasa malu ini ada perona pipi yang menyamarkan perasaan malu karena bertatap muka. Sehingga tidak terlalu terlihat salah tingkahnya. Apalagi jika salah tingkah ini dilihat oleh banyaknya orang yang hadir, pasti sangat memalukan.



Banyak yang Terkejut Mengira Itu Buaya


Ternyata Hanya Kadal yang Singgah


Pengantin Baru Riang Bahagia


Melupakan Wajah Mantan yang Pernah Singgah



Namanya sudah menikah itu artinya harus fokus dengan masa depan berdua dengannya. Dengan begitu, kedua mempelai harus mulai merelakan mantan. Sehingga tidak ada lagi bayang-bayang mantan yang akan singgah. Karena kini diri sudah tidak lagi sendiri dan rasanya tidak elok jika masih mengingat mantan yang memang seharusnya dilupakan.



Pergi Jauh Hendak Membeli Majalah


Namun Malang Tidak Didapat


Janganlah Kalian Terlalu Lelah


Agar Nanti Malam Bisa Tetap Kuat



Lagi-lagi malam pengantin yang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap mempelai. Jadi sedikit menggoda keduanya di harinya yang bahagia tentu bukan masalah. Hitung-hitung sebagai hadiah tambahan untuk keduanya.


Baca Juga: Pantun Anak Muda




Pantun Pernikahan Romantis


Pantun Pernikahan Romantis


Terakhir adalah jenis pantun yang paling banyak diberikan dan hadir saat sedang pernikahan yakni pantun romantis. Karena pantun ini dianggap paling sesuai dengan momen yang ada sehingga pasti akan sangat tepat apabila dijadikan sebagai hadiah pernikahan. Supaya pantun yang diberikan tidak monoton, maka bisa menggunakan beberapa contoh pantun yang ada di bawah ini sebagai referensi.



Wajah Terkejut Melihatnya Bertanding


Malas Tergambar Karena Terlalu Lama


Kalian Kini Sudah Bersanding


Setelah Berjuang Bersama



Namanya pasangan melewati pasang surut sebelum pernikahan adalah hal yang wajar. Menjadi hal yang membanggakan ketika perjuangan itu berhasil dan kini bisa bersanding dengan nyaman di pelaminan. Itulah sebabnya mengapa mengingatkan keduanya bahwa berhasil berjuang bersama sampai bersanding merupakan hal yang baik.



Sebelum Sholat Hendaknya Menggelar Sejadah


Jangan Lupa Sucikan Diri


Cantik dan Tampan Bersanding Indah


Membuat Camar Termenung Iri



Saking indahnya kedua mempelai duduk di pelaminan bahkan sampai membuat burung camar iri. Karena memang burung camar adalah burung yang terkenal akan keindahannya. Tapi keindahannya bisa kalah dengan kedua pengantin yang sedang bersanding.



Sedih Hati Menunggu Lama


Menunggu Teman yang Lupa Waktu


Mata Tak Lepas Antar Sesama


Saling Memandang Tak Kenal Waktu



Bukankah hal yang sangat romantis ketika melihat kedua mempelai saling pandang tanpa kenal waktu. Melihat hal tersebut rasanya memberikan pantun ini sebagai hadiah ataupun ucapan merupakan hal yang tepat. Karena seperti berisikan gambaran yang tepat akan kondisinya keduanya.



Matanya Bergerak Kanan Kiri


Mengikuti Alur Pendulum


Wajahnya Sangat Berseri


Membuat Lelaki Tak Henti Tersenyum



Wanita kabarnya akan sangat cantik ketika menjadi seorang pengantin. Hal tersebutlah yang bisa membuat pengantin laki-lakinya tidak berhenti tersenyum saat memandanginya. Tentu sebuah hal yang sangat romantic dan juga sangat imut dan menyenangkan, serta sedikit menggemaskan.



Dua Ditambah Dua Sama Dengan Satu


Dua Ditambah Satu Sama Dengan Tiga


Cantik dan Tampan Sudah Bersatu


Semakin Memberi Warna Pada Dunia



Memang indah rasanya saat melihat kedua mempelai yang tampak serasi, yang satu tampak cantik dan yang satu tampan. Untuk menggambarkan kebahagiaan tersebut tidak ada salahnya untuk menuangkannya ke dalam pantun. Kurang lebih isinya seperti contoh pantun yang ada di atas.


Itulah tadi beberapa contoh pantun pernikahan dengan beragam jenis yang bisa dijadikan sebagai contoh. Jadi kini memberikan ucapan selamat atas pernikahan sudah memiliki cara baru yang tidak membosankan dan monoton, yakni menggunakan pantun. Tapi pastikan saat memberikan pantun ini waktunya tepat.


Supaya semakin spesial saat memberikan pantun pernikahan ini sebagai ucapan, bisa juga dengan menulisnya dengan indah. Bisa dengan menggunakan kertas yang unik dengan warna yang berbeda sehingga semakin terlihat unik. Tambahkan juga hiasan pada kertas ucapan yang ingin diberikan pasti hasilnya akan semakin unik, berkesan dan juga berbeda. Selamat mencoba



Sumber er.com

Jumat, 15 Mei 2020

Contoh Pantun Penutup Pidato

Pantun Penutup Pidato – Suatu kegiatan untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran akan suatu hal dengan berbicara atau berorasi di depan khalayak disebut pidato. Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang yang berpidato untuk membuat isi pidato tersampaikan kepada pendengar. Salah satu caranya yaitu melalui pantun penutup pidato untuk memberikan kesan positif.


Pantun merupakan puisi lama dalam kesusastraan Bahasa Indonesia yang masih dikenal oleh masyarakat luas hingga saat ini. Seiring perkembangannya pantun terus mengalami perubahan mulai dari gaya bahasa, pemilihan kosa kata hingga pesan yang disampaikan. Perubahan pada pantun ini dimaksudkan agar pantun mudah diterima oleh masyarakat.


Hingga saat ini pantun dapat ditemukan dalam berbagai acara baik formal maupun non formal yang dibawakan sedemikian rupa. Salah satu penggunaan pantun yaitu untuk menutup pidato dalam suatu acara. Penggunaan pantun ini bertujuan untuk menimbulkan kesan pendengarnya sehingga bisa menjadi suatu cerita. Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato:





1. Pantun Penutup Pidato Lucu


Pantun Penutup Pidato Lucu


Kata-kata lucu kerap kali digunakan oleh sebagian orang untuk mencairkan suasana sehingga suasana yang semula kaku menjadi hangat. Salah satu rangkaian kata yang dapat digunakan untuk mencairkan suasana yaitu pantun jenaka. Sesuai namanya, pantun jenaka merupakan salah satu jenis pantun yang berisi lelucon dan kata-kata lucu yang menghibur.


Tentunya dengan menggunakan pantun jenaka untuk menutup suatu pidato dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memberikan kesan bagi pendengarnya. Dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi, pantun jenaka harus membuat pendengar terhibur. Berikut contoh pantun jenaka yang dapat digunakan untuk menutup pidato:


Contoh 1



  • Tinggi panjang juga lebar

  • Bak milik bangun sejati

  • Mohon maaf hanya sebentar

  • Jika lama takut jatuh hati


Contoh 2



  • Pergi ke danau hari Rabu

  • Dari rumah sangat dekat

  • Jangan lah marah bapak ibu

  • Kalau pidato ini sangat singkat


Contoh 3



  • Sangkar burung kayu jati

  • Hanya milik burung merpati

  • Lain orang lain hati

  • Tentu Abang yang tetap di hati


Baca Juga: Pantun Terima Kasih




2. Pantun Penutup Pidato Tentang Kebersihan


Pantun Penutup Pidato Tentang Kebersihan


Untuk menarik perhatian pendengar yang hadir dalam suatu acara pidato, biasanya seorang yang berpidato harus membuat topik yang menarik serta memberikan kesan tersendiri bagi pendengar. Karena pidato merupakan salah satu kegiatan berorasi di depan khalayak tentunya penting untuk membangun suasana selama pidato berlangsung.


Agar menarik dan menghidupkan suasana, seorang yang berpidato dapat menyisipkan pantun untuk membuka maupun menutup pidatonya. Penggunaan pantun dimaksudkan untuk mencairkan suasana dan meninggalkan kesan bagi pendengar. Pilihlah jenis pantun yang sesuai dengan tema pidato yang dibawakan. Berikut contoh pantun penutup yang dapat digunakan untuk menutup pidato tentang kebersihan.


Contoh 1



  • Jika lelah silahkan rehat

  • Rehat sejenak tak berjauhan

  • Agar hidup saudara sehat

  • Mari jaga kebersihan


Contoh 2



  • Apakah rindu sebuah angan

  • Jika sakit terasa akhirnya

  • Ayo bersama cinta lingkungan

  • Dengan buang sampah pada tempatnya


Contoh 3



  • Di belakang ada bayangan

  • Ternyata bayangan sebuah rakit

  • Jangan buang sampah sembarangan

  • Jika ingin terhindar penyakit




3. Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda


Pantun Penutup Pidato Bahasa Sunda


Pantun merupakan salah satu karya sastra Bahasa Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Meskipun mengalami perubahan, perubahan yang ada hanyalah dalam bentuk gaya bahasa, penggunaan kosa kata dan penyampaian pesan yang ada dalam pantun. Dengan adanya perubahan ini pantun tetap digemari dan dapat dengan mudah ditemukan dalam berbagai kesempatan.


Karena merupakan ciri khas bangsa, pantun hadir dalam berbagai bahasa daerah untuk memudahkan penyampaian pesan pada masyarakat sekitar. Penggunaan bahasa daerah dalam pantun tentu makin mencirikan bahwa pantun merupakan karya sastra Nusantara. Agar semakin paham, perhatikan contoh pantun bahasa Sunda berikut yang dapat digunakan untuk menutup pidato:


Contoh 1



  • Amis gula amis kecap

  • Lada cengek lada jinten

  • Lamun aya salah ucap

  • Abdi nyuhunkeun hapunten


Contoh 2



  • Si Nala jajan permen sarebueun

  • Sanes nyandak acis kalah daun

  • Sakitu anu tiasa di dugikeun

  • Abdi ngucapkeun hatur nuhun


Contoh 3



  • Si Abah ngantos sakedap

  • Bari dahar sareng neng Inten

  • Salah kecap salah ucap

  • Abdi nyuhunkeun dihapunten




4. Pantun Penutup Pidato Islami


Pantun Penutup Pidato Islami


Pidato merupakan suatu kegiatan untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran akan suatu hal dengan berbicara atau berorasi di depan khalayak. Karena bertujuan untuk mempengaruhi orang lain serta memberikan suatu informasi,  maka pidato harus dibawakan oleh seseorang yang dapat berbicara dengan baik.


Tidak hanya digunakan dalam berbagai acara resmi, pidato juga dapat disampaikan dalam kegiatan keagamaan. Untuk membangun suasana, pidato juga dapat diselingi pantun baik di awal maupun di akhir pidato. Berikut contoh pantun penutup islami yang dapat digunakan untuk menutup suatu pidato:


Contoh 1



  • Perempuan baik dan sholeha

  • Didambakan para pria

  • Kekurangan milik manusia

  • Kelebihan milik Allah semata


Contoh 2



  • Perempuan yang sholehah

  • Rajin sholat dan mengaji

  • Jika ada ucap salah

  • Mohon sangat dimaklumi


Contoh 3



  • Di taman jual balon gas

  • Dibeli oleh si Lala

  • Kerjakanlah dengan ikhlas

  • Agar bisa dapat pahala




5. Pantun Penutup Pidato Perpisahan Sekolah


Pantun Penutup Pidato Perpisahan Sekolah


Perpisahan merupakan hal menyedihkan yang tentu dialami oleh siapa saja. Berpisah dengan teman, sahabat ataupun orang terkasih tentu akan meninggalkan kenangan yang berharga. Entah kenangan baik atau buruk, semua yang telah tercipta tentunya sangat sulit untuk dilupakan.


Berpisah dengan teman-teman di sekolah tentunya meninggalkan banyak kenangan berharga yang sulit untuk dilupakan. Untuk menggambarkan kesedihan itu ada banyak cara dapat dilakukan salah satunya melalui pantun. Rangkaian kata yang tertuang dalam pantun tentunya dapat menggambarkan perasaan sang penulis. Berikut contoh pantun penutup yang dapat digunakan dalam pidato perpisahan sekolah:


Contoh 1



  • Walau garam tapi perlu

  • Garam kristal cap kaki lima

  • Tiga tahun sudah berlalu

  • Kenangan indah yang diterima


Contoh 2



  • Rumah Budi Rumah Iwan

  • Jika bertemu tinggal buka pintu

  • Sampai jumpa kawan-kawan

  • Semoga bertemu lain waktu


Contoh 3



  • Seratus dan juga seribu

  • Tiada guna jika alakadarnya

  • Terima kasih bapak ibu

  • Atas waktu dan kesempatannya




6. Pantun Penutup Bahasa Jawa


Pantun Penutup Bahasa Jawa


Untuk membuatnya menarik, pantun hadir dalam berbagai bahasa daerah salah satunya yaitu bahasa Jawa. Pantun yang dibuat dengan menggunakan bahasa daerah akan membuat masyarakat khususnya masyarakat pada suatu daerah tertentu lebih terhibur. Selain menghibur, pantun yang dibuat dalam bahasa daerah menambah kekayaan sastra Indonesia.


Meskipun dibuat dalam bahasa daerah, pantun ini harus tetap dibuat menjadi 4 baris dalam setiap baitnya dengan 8 sampai 12 suku kata. Biasanya pola rima yang dapat digunakan yaitu pola rima a-a-a-a atau a-b-a-b. Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato dalam Bahasa Jawa.


Contoh 1



  • Ibu tumbas beras lan ketan

  • Sing adol wong Kartasura

  • Menawi wonten kalepatan

  • Kula nyuwun pangapura


Contoh 2



  • Tumbas iwak kanggo lawuh

  • Lan tumbas soto kalih

  • Matur suwun sampun rawuh

  • Ngantos kepanggih malih


Contoh 3



  • Ibu tumbas uyah lan gula

  • Reganipun sampun sami mudhun

  • Cakap semanten atur kula

  • Kula aturaken matur suwun




7. Pantun Penutup Menyentuh


Pantun Penutup Menyentuh


Tentunya penting bagi seseorang yang sedang berpidato memberikan kesan bagi pendengar agar orang yang mendengarnya mengingat isi dari pidato yang telah disampaikan. Banyak cara yang dapat digunakan mulai dari mengajak pendengar menari dan menyanyi, meneriakan yel-yel atau slogan hingga menyampaikan sebuah pantun.


Selain sederhana dan mudah dibuat secara spontan, memilih pantun untuk meningkatkan kesan pendengar tentu tepat untuk dilakukan. Dengan menggunakan kata-kata menyentuh pada isi pantun dapat meningkatkan kesan bagi yang mendengarnya. Berikut contoh pantun penutup dengan kata-kata menyentuh untuk menutup suatu pidato.


Contoh 1



  • Hati Susanti sedang resah

  • Karena memilih makanan

  • Bukan hati ingin berpisah

  • Tapi jadwal yang memutuskan


Contoh 2



  • Dari Bandung sampai Medan

  • Takut hati bertemu setan

  • Jika ada pertemuan

  • Maka ada perpisahan


Contoh 3



  • Jangan pegang mawar berduri

  • Pegang saja tangan ukhti

  • Saya pamit undur diri

  • Tanam rindu dalam hati




8. Pantun Penutup Pidato Kilat


Pantun Penutup Pidato Kilat


Pantun karmina atau yang juga disebut sebagai pantun kilat merupakan jenis pantun dua seuntai dimana hanya terdiri dari dua baris dalam satu baitnya. Biasanya pantun ini merupakan ucapan atau penggambaran secara langsung yang ditujukan bagi seseorang.


Karena hanya terdiri dari dua baris, pantun jenis ini dapat dibuat secara spontan sehingga cocok digunakan untuk menutup pidato. Meskipun hanya terdiri dari dua baris, pantun kilat tetap harus terdiri dari 8 sampai 12 suku kata dengan baris pertama sebagai sampiran dan baris terakhir sebagai isi.


Tentunya isi dari pantun kilat yang digunakan untuk menutup suatu pidato harus menimbulkan kesan bagi yang mendengarnya. Berikut contoh pantun kilat yang dapat digunakan untuk menutup suatu pidato”


Contoh 1



  • Itu ada pagar berduri

  • Waktunya pamit undur diri

  • Contoh 2

  • Adi beli kura-kura

  • Selamat tinggal sayonara


Contoh 3



  • Pulau Sumatera Pulau Bali

  • Semoga bisa bertemu kembali

  • Contoh 4

  • Bunga mawar bunga melati

  • Pidato selesai jangan jatuh hati


 


Contoh 5



  • Rumah kotor jadi bersih

  • Selamat tinggal terima kasih


Baca Juga: Pantun Adat




9. Pantun Penutup Pidato Tentang Kesehatan


Pantun Penutup Pidato Tentang Kesehatan


Karena tujuan dari pidato adalah untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran, maka pidato harus disampaikan secara jelas baik pengucapan maupun pelafalannya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi sehingga tercipta suasana yang kondusif.


Untuk menciptakan suasana yang kondusif mulai dari awal hingga akhir acara maka diperlukan suatu usaha lain seperti menyampaikan sebuah pantun. Pantun dapat disampaikan ketika menutup pidato untuk menimbulkan kesan yang baik bagi pendengarnya. Berikut contoh pantun yang dapat digunakan untuk menutup pidato tentang kesehatan:


Contoh 1



  • Baginda Ratu dan Raja

  • Mendambakan putra tampan

  • Pulang main pulang kerja

  • Jangan lupa cuci tangan


Contoh 2



  • Jalan-jalan bersama teman

  • Pergi jalan ke dataran rendah

  • Jangan jajan sembarangan

  • Bawa bekal dari rumah


Contoh 3



  • Punya perasaan yang dipendam

  • Pada seorang bernama Angga

  • Kerja dari pagi sampai malam

  • Tetap jangan lupa olahraga




10. Pantun Penutup Pidato Berima a-a-a-a


Pantun Penutup Pidato Berima A A A A


Menurut rimanya, terdapat 2 jenis pantun salah satunya pantun dengan pola rima a-a-a-a. Dalam pantun jenis ini, tiap kata akhir dari baris pantun memiliki akhiran huruf yang sama. Biasanya dalam satu bait pantun jenis ini terdapat sampiran dan isi yang terletak pada dua baris awal dan dua baris akhir pantun.


Karena terasa lebih sulit dibuat, pantun dengan pola rima berikut jarang untuk digunakan. Namun demikian, menggunakan pantun jenis ini untuk menutup sebuah pidato tidak salah untuk dicoba. Berikut contoh pantun berima a-a-a-a untuk menutup suatu pidato:



  • Parut kelapa menjadi santan

  • Santan tidak boleh dimakan

  • Untuk waktu dan kesempatan

  • Terima kasih diucapkan


Demikianlah beberapa contoh pantun penutup pidato singkat yang menarik. Karena bertujuan untuk memberikan informasi kepada banyak orang, pidato harus disampaikan secara baik agar pesan dapat tersampaikan kepada pendengar. Agar lebih berkesan di akhir pidato dapat disisipkan sebuah pantun untuk menutup pidato yang telah disampaikan.


Pantun yang dibuat tentunya harus sesuai dengan pidato yang disampaikan. Kesesuaian pantun dengan pidato yang disampaikan akan memberikan kesan dan makna tersendiri bagi yang mendengarnya. Agar mudah dipahami oleh pendengar, pantun yang dibuat harus menggunakan gaya bahasa dan pemilihan kosa kata yang mudah dimengerti.



Sumber er.com